Tarif endorse artis

Faktor apa sih yang pengaruhi tarif endorse artis? Jawabannya di sini!

Tarif endorse artis memang tidak mematok standar yang berlaku semua. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada faktor yang membuat harga endorsement selebritis bisa sekian mahal.

Menurut LinkedIn, metrik kuantitatif dan kualitatif berperan atas harga seorang influencer. Di sini, influencer bisa berupa artis, selebgram, kreator konten, dan sebagainya. Selengkapnya mengenai faktor tersebut bisa disimak di sini:

Faktor Kualitatif

Tarif endorse artis memperoleh banyak pengaruh dari elemen kualitatif. Yang pertama dalam kategori ini adalah geolokasi sang artis. Jika hanya sedikit jumlah influencer pada daerah target maka tarif akan lebih tinggi karena hukum penawaran dan permintaan.

Faktor kedua adalah popularitas arus utama atau popularity mainstream. Jika ada seorang artis yang terkenal melalui media arus utama maka tarif endorsement melalui dirinya via media sosial akan jauh lebih mahal.

Kualitas konten juga berperan. Tarif endorsement bisa tinggi jika sang artis memang jago membuat konten yang memang unik. Selain ide dari sang artis tersebut, harga konten bisa tinggi disebabkan oleh mahalnya peralatan untuk membuatnya, bantuan orang lain dalam membuat konten tersebut, dan sebagainya.

Banyaknya konten yang sudah ada di media sosial membuat tarif endorse artis bisa tinggi atau lebih rendah. Kategori yang sudah banyak bertebaran, seperti fashion dan kecantikan, malah membuat tarif bisa lebih rendah. Banyaknya tawaran konten yang tidak berbanding lurus dengan permintaan bisa membuat tarif endorsement lebih rendah dibandingkan kategori lainnya.

Faktor Kuantitatif

Metrik kuantatif paling kentara terlihat dari statistik yang sudah disediakan gratis oleh masing-masing penyedia platform media sosial. Yang pertama adalah engagement yang dicirikan oleh jumlah like, komentar dan share. Pengiklan atau brand tidak membayar untuk jumlah subscriber tetapi viewer dan dampak ke mereka yang melihat konten tersebut.

Yang kedua adalah frekuensi mengunggah konten. Idealnya adalah mengunggah sekali atau dua kali dalam seminggu untuk YouTube dan setiap hari jika menggunakan Instagram. Terlalu seringa tau terlampau jarang bisa menurunkan tarif endorse artis sebab pesan bersponsor bisa “hilang” di tengah banyaknya konten yang muncul atau justru jarang terlihat oleh audiens yang menjadi targetnya.

Elemen jangkauan bisa dimasukkan di sini. Berapa banyak yang bisa dijangkau oleh setiap konten yang diunggah? Impresi bisa lebih tinggi dari tagar (#) sebab algoritma dapat mempromosikan konten sang artis atau influencer di antara followers dan di luar mereka.

Konten yang berpotensi viral memperoleh tempat istimewa. Influencer atau artis yang membuat konten viral biasanya mematok harga lebih tinggi. Dan yang terakhir adalah sentimen positif yang bisa dilihat dari berapa banyak komentar positif atau negatif dalam unggahan. Influencer atau artis yang sering mendulang komentar positif biasanya menaruh harga lebih tinggi sebab mereka mampu membagikan sentimen positif brand yang mereka wakilkan ke followers.

Baca juga: Daftar beauty influencer Indonesia agar hobi dandanmu jadi peluang bisnis

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *